TGB Sebut Pemilu 2024 Sudah Babak Belur

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

loading...

Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyebut secara aktual penyelenggaraan Pemilu 2024 saat ini sudah babak belur. Foto/MPI

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyebut secara aktual penyelenggaraan Pemilu 2024 saat ini sudah 'babak belur'. Ibarat petinju, pemilu sudah mendapatkan pukulan double jab dan double uppercut.

Pukulan pertama, menurut dia adalah keputusan Majelis Kehormatan Mahkaman Konstitusi (MKMK) nan memberhentikan Ketua MK Anwar Usman lantaran melakukan pelanggaran etik berat.

Baca Juga

 Ganjar-Mahfud Tak Memiliki Beban di Pilpres 2024

Pukulan keduanya ialah keputusan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) nan memberikan peringatan keras terakhir, bukan hanya kepada Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Hasyim Asy’ari tapi juga seluruh komisioner lantaran ada pelanggaran etik.

“Jadi pemilu kita sudah babak belur dalam tatanan nilai,” ujarnya saat berdikusi pada Media Discussion TPN Ganjar-Mahfud dengan tema “Dugaan Mobilisasi dan Ketidaknetralan Aparat di Pemilu 2024” di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Karena itu, lanjut dia, TPN Ganjar-Mahfud membujuk kepada seluruh masyarakat untuk menyelamatkan nan tersisa. Jika diibaratkan petinju, petinjunya sudah limbung.

TGB menuturkankan seruan nan disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) itu adalah bagian untuk mengembalikan kepada kesadaran rakyat.

Ditambah lagi munculnya mosi, deklarasi alias petisi dari para ketua perguruan tinggi di banyak wilayah dan sampai sekarang tetap bergulir, itu sebenarnya adalah corak kasih sayang dari civil society.

“Masyarakat mau bahwa nan tersisa dari pemilu ini bisa kita selamatkan bersama,” katanya.

TPN Ganjar-Mahfud juga menyayangkan jika ada pihak-pihak nan menilai pernyataan Megawati itu sebagai ocehan-ocehan, kemudian suara-suara dari kampus nan disampaikan para pembimbing besar nan sangat andal itu juga dianggap telah diorkestrasi.