Mahfud MD Sebut Ada Operasi Tekan Rektor, Habiburokhman: Hanya Omon-omon

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman mempertanyakan bukti di kembali pernyataan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD nan menuding adanya operasi menekan rektor-rektor kampus untuk menyatakan kebaikan pemerintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi di tengah gelombang kritikan dari sivitas akademika.

Habiburokhman menilai pernyataan Mahfud tersebut hanya omon-omon tak berbobot jika hanya berdasar info tanpa disertai bukti.

"Jadi jika Pak Mahfud tidak menyampaikan bukti, hanya omon-omon, ya menurut saya itu pernyataan nan tidak berkualitas," kata Habiburokhman di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2024).

Habiburokhman lantas menyatakan nan didengar justru berbeda dengan Mahfud.

"Kalau nan saya dengar beda, ada beberapa pengajar partisan nan nyamar seolah-olah mengatasnamakan akademika menyampaikan narasi nan mau men-donwgrade Pak Jokowi sekaligus paslon 02 (Prabowo-Gibran). Jadi jika hanya berbasis pendengaran kan bisa berbeda nan didengar Pak Mahfud apa nan didengar Habiburokhman," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sejumlah sivitas akademika di beberapa universitas ternama memberikan kritik terhadap sikap Presiden Jokowi di Pilpres 2024.

Kritikan tersebut kali pertama disampaikan sivitas akademika dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul Petisi Bulaksumur di Balairung UGM, Yogyakarta, Rabu (31/1/2024).

Pernyataan sikap dan petisi dari civitas akademika UGM tersebut lantas diikuti oleh beberapa universitas lain. Mereka di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Andalas (Unand), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan lain-lain.

*Operasi Menekan Rektor*

Sebelumnya diberitakan, Mahfud mengungkap ada operasi nan dilakukan untuk menekan rektor-rektor. Pelaku tersebut menurutnya menekan rektor-rektor agar memberikan pernyataan sikap nan positif terhadap Presiden Jokowi.

“Secara berbarengan muncul operasi nan mendekati rektor-rektor nan belum mengemukakan. Mereka diminta untuk menyatakan sikap nan berbeda, untuk mengatakan bahwa Presiden Jokowi baik,” paparnya saat berbincang “Tabrak Prof” di Yogyakarta, Senin (5/2/2024).

Mahfud melanjutkan, ada beberapa rektor perguruan tinggi nan telah membikin pernyataan seperti nan diminta oleh pihak nan melakukan operasi tersebut.

Kendati demikian, ada juga rektor nan jelas-jelas menolak. Salah satunya, kata Mahfud, rektor Universitas Soegijapranata di Semarang.

“Dia (rektor) mengatakan diminta untuk menyatakan untuk pemerintahan Jokowi baik, pemilu baik dan lain sebagainya, nah itu nan beredar,” ungkapnya.

Adanya intervensi ke kampus-kampus, menurut Mahfud bisa saja terjadi. Tetapi untuk mengatakan perguruan tinggi itu takut lantaran adanya tekanan, itu tidak juga.

Saat ini, Mahfud menyebut sudah ada 59 perguruan tinggi nan menyatakan sikap untuk mengawal pemilu dan menyuarakan pemerintahan nan beretika. Menurutnya, semakin menekan perguruan tinggi, maka semakin bergelombang gerakan-gerakan tersebut.

“Oleh lantaran itu lantaran kita berada di Yogyakarta, mari kita mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing besar civitas akademika UGM (Universitas Gajah Mada) nan telah memulai lebih dulu untuk membujuk perguruan tinggi lain menyatakan sikap nan sama,” katanya.