Berisi Masa Lalu Prabowo, Poster Besar 'Mereka Semua Diculik Tim Mawar' Bikin Geger

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suara.com - Sejumlah poster berisi masa lampau Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. Hal ini sempat viral di media sosial usai diunggah oleh akun IG Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) @kontras_update.

Dalam foto slide nan diunggahannya terlihat beberapa arsip dan pengarsipan nan dicetak berukuran besar ditempel dibeberapa tempat. Seperti di tiang pondasi MRT, area Jakarta Selatan.

“Menunggu Prabowo diadili rakyat. Pangab: Prabowo, Muchdi dan Chairawan bisa ke Mahmil, mereka semua diculik Tim Mawar,” tulis arsip dalam poster tersebut, dikutip Selasa (6/2/2024).

Proses penuntasan kasus penghilangan paksa nan tidak kunjung usai disebut tetap menjadi pekerjaan rumah.

“Dasar Negara berupa kemanusiaan dan keadilan sosial sekarang kembali mendapat ujian besar dalam momen Pemilihan Presiden,” tulis caption dalam akun instagram Kontras_update.

Kontras membujuk untuk tetap berdiri tegak dalam melawan penjahat HAM, meski banyak tantangan nan dihadapi.

“Meski ujian terhadap nilai-nilai itu selalu kita hadapi setiap hari, tapi mari berdiri lebih tegak melawan penjahat HAM,” tandasnya.

Sejarah Tim Mawar

Tim Mawar merupakan tim mini nan dibuat oleh kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, 1998. Tim Mawar adalah dalang dari operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi tahun 1998.

Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Inf. Bambang Kristiono pada Juli 1997. Dengan Bambang sebagai komandan, Tim Mawar mempunyai 11 anggota. Mereka adalah Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto, Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi.

Sejumlah poster 'mereka diculik tim mawar' dikaitkan dengan masa lampau Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. (Suara.com/Faqih)Sejumlah poster 'mereka diculik tim mawar' dikaitkan dengan masa lampau Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. (Suara.com/Faqih)

Tim Mawar mempunyai sasaran untuk memburu dan menangkapi aktivis nan mereka anggap radikal. Sebanyak 22 aktivis diculik, 9 orang kembali dalam keadaan hidup, sedangkan 13 lainnya lenyap hingga saat ini.

Namun Tim Mawar dituduh bersalah dalam menculik dan menghilangkan sejumlah aktivis pada tahun 1998. Kasus penculikan itu pun telah diadili oleh Mahkamah Militer.

Dalam kasus tersebut, Mahkamah Militer Tinggi menghukum Mayor Bambang selama 22 bulan penjara dan dipecat dari personil TNI. Pengadilan juga memvonis Multhazar sebagai Wakil Komandan Tim Mawar, Nugroho, Julius Stefanus dan Untung Budi masing-masing selama 20 bulan penjara. Mereka juga dipecat sebagai personil TNI.

Tim Mawar Berkaitan dengan Prabowo?

Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal pernah mengatakan bahwa Tim Mawar mengakui telah menculik sejumlah aktivis lantaran diperintah oleh Prabowo nan kala itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Namun pernyataan berbeda diungkap oleh mantan Danpuspom TNI pengganti Syamsu Djalal, Mayjen (Purn) Djasri Marin. Dia menyebut Prabowo tidak terlibat dalam penculikan aktivis 98.

Dijelaskan bahwa penyelidikan nan dilakukan pihaknya saat itu hanya menemukan kesalahan Tim Mawar bergerak sendiri alias dengan kata lain tidak diperintahkan Prabowo.

Keterlibatan Prabowo dalam tindakan penculikan aktivis nan dilakukan Tim Mawar kembali terangkat pada tahun 2018. Arsip Keamanan Nasional (NSA) merilis 34 arsip rahasia Amerika Serikat mengenai situasi sekitar reformasi di Indonesia.

Salah satunya arsip tanggal 7 Mei 1998 nan mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis nan menghilang.

"Penghilangan itu diperintahkan Prabowo nan mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," demikian tulisan dalam arsip itu.